
Foto bersama Ketua Pengurus Harian Yayasan beserta Wakil, Kepala Sekolah SDIT dan Wali Kelas
DEPOK – Disambut mentari pagi yang cerah pada Rabu (12/6), sejumlah 90 anak siswa/i kelas 6 SDIT Ummu’l Quro Depok dengan wajah berseri-seri, menantikan detik-detik acara yang nantinya akan menjadi suatu moment yang sangat berkesan yaitu Wisuda Kelulusan SDIT Ummu’l Quro Depok Angkatan 20.
Tema yang diusung kali ini yaitu “Generasi Hebat Berjiwa Pahlawan”, yang dikemas begitu spektakuler dengan MC Ibu Aida Fitriah, Bapak Imam Ma’ruf serta ananda Alysa Fiani dengan berbalut nuansa adat Jawa, berhasil memukau para orang tua dengan tampilan ananda yang hebat dan percaya diri. Tema tersebut terinspirasi, karena ananda menjadi hebat dengan mengikuti jejak para pahlawan yang tanpa kenal lelah, tidak pernah menyerah dengan kondisi apapun dan fokus terhadap tujuan yaitu meraih masa depan yang gemilang.
Di awal acara, sudah terdengar lantunan lagu jawa serta iring-iringan para wisudawan/wisudawati yang diantarkan oleh penari cucuk lampah. Sebagai pembuka acara, tilawah Al-Qur’an dibacakan merdu oleh ananda Andra Avicenna, Calista, Abdullah Hamzah, Hanun dan Moira sehingga membuat suasana di Aula SIT Ummu’l Quro Depok semakin syahdu dan penuh keberkahan.
Kepala Sekolah SDIT Ummu’l Quro Depok Bapak Dwi Nowo Imam Nugroho, M. Pd menyatakan dalam sambutannya ucapan selamat atas kelulusan seluruh siswa kelas 6 angkatan 20. “Saya ingin mengucapkan selamat terlebih dahulu kepada Ananda sekalian, karena pada hari Senin kemarin pada tanggal 10 Juni 2024, Alhamdulillah seluruh siswa kelas 6 angkatan 20 yang berjumlah 90 siswa dinyatakan lulus 100%”, ujarnya.
“Semoga ini adalah titik awal untuk kalian semuanya, melanjutkan ke jenjang berikutnya dengan kesuksesan yang lebih dari yang diraih sekarang”, Pesannya.
Beliau juga berpesan bahwa ilmu dan wawasan yang diperoleh di sekolah hendaknya diiringi dengan adab, akhlak ketrampilan hidup dan nilai-nilai kebaikan. “Sudah 6 tahun ya, kalian belajar di SDIT Ummu’l Quro, tentu ini adalah waktu yang tidak pendek, tapi waktu yang sangat panjang, dan anak-anak sekalian sudah banyak belajar, sudah banyak ilmu dan juga wawasan yang diperoleh, tentunya Bapak ingin bahwa ilmu wawasan dan keterampilan yang kalian miliki tentu saja senantiasa diiringi dengan balutan adab dan nilai-nilai kebaikan, kemudian juga dengan akhlaqul karimah dan keterampilan hidup untuk meraih kesuksesan tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat”, pungkasnya.
“Mari anak-anakku semua jaga akidah iman dan takwa kita semuanya, kemudian jaga hafalannya. Alhamdulillah diangkatan kedua puluh ini capaian hafalan putra-putri ayah bunda luar biasa. Insya allah di atas 98% hafalan putra-putri bapak, ibu ya mencapai nilai yang sangat baik”, imbuhnya disertai tepuk tangan seluruh orang tua.
Turut hadir ditengah-tengah tamu undangan yaitu Pengawas Sekolah SD Ibu Eva Eriva, M.Pd., yang menyampaikan bahwa sekolah SIT Ummu’l Quro Depok telah menerapkan tri pusat pendidikan yaitu kolaborasi antar keluarga, sekolah dan masyarakat untuk memajukan pendidikan. “Di sini saya lihat tri pusat pendidikannya sudah berjalan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab keluarga, sekolah dan masyarakat jadi luar biasa untuk orang tua. Peserta didik sudah mampu berkolaborasi, mampu memberikan kontribusi bahwa pendidikan itu kita bersama-sama ya memajukannya”, jelasnya.
“Kemudian ananda yang hari ini diwisuda tadi sudah lulus 100% saya mengucapkan selamat ya. Selamat dan inilah awal melangkah kalian untuk ke jenjang yang lebih tinggi meraih mimpi indah. Semoga kalian hidup bahagia di dunia dan akhirat. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamin”, pesannya.
Ketua Pengurus Harian Yayasan Ummu’l Quro Depok Bapak Rahardyan Wibosono, S. Psi, M.Psi. juga berpesan untuk terus menjaga hafalan Al Qur’an dimanapun berada. “Alhamdulillah hafalan tadi mudah-mudahan terus dijaga dan jangan sampai hilang, bahkan kalau bisa bertambah walaupun di manapun nanti sekolah lanjutannya berada,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan pesan dari Dewan Yayasan Ummu’l Quro Depok agar ananda senatiasa menjaga tilawah, ibadah dan memilih sekolah yang dapat menjaga Al Quran dan ibadah. “Kebiasaan tilawahnya quran setiap hari jangan ditinggalkan, lalu juga ibadahnya, juga amal kebaikannya juga terus dilakukan. Kami percaya dari yayasan bahwa visi misi yayasan, visi misi sekolah dan vivi misi orang tua itu sama. Kita menginginkan anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholihah, sehingga begitu pula nanti dalam memilih sekolah menengah pertamanya juga harapannya dilanjutkan dengan sekolah yang bisa menjaga keislaman, Al Quran dan juga amal ibadahnya”, jelas beliau.
Satu per satu nama para wisudawan disebut untuk naik ke atas panggung dengan disematkan medali kelulusan dan sertifikat oleh Ketua dan Wakil Pengurus Harian Yayasan serta didampingi oleh Kepala Sekolah SDIT sebagai tanda telah berakhirnya masa pendidikan di jenjang Sekolah Dasar. Penghargaan dan apresiasi juga diberikan kepada siswa/i terbaik peraih nilai tertinggi kelulusan, nilai terbaik tahfidz dan peraih kategori karakter HEBAT.

Pengurus Harian Yayasan Ummu’l Quro Depok menyematkan medali kepada para wisudawan/wisudawati SDIT pada prosesi wisuda
Setelah prosesi wisuda berakhir, sekilas Bapak Kepala Sekolah menyampaikan pesan yang terakhir bahwa saat ini orang tua yang telah menitipkan pendidikan ananda di sekolah SDIT Ummu’l Quro Depok, kini saatnya sekolah mengembalikan ananda kembali ke orang tua. “Dan yang tekahir karena seluruh rangkaian prosesi sudah selesai, dan mungkin anak-anak ke depan sudah tidak aktif lagi di sekolah. Waktu awal ayah bunda menitipkan kepada kami sekarang saatnya kami mengembalikan putra-putri ayah bunda semua. Dan kami titip apa yang sudah disampaikan kepada ananda semoga dapat dijaga sebaik-baiknya dan ke depan ananda sekalian bisa lebih baik untuk meraih mimpi-mimpinya di masa yang akan datang”, pesan beliau.
Isak tangis penuh haru memenuhi Aula SIT dengan iringan lagu yang berjudul “Ayah Ibu Karnamu”. Salah satu siswa menyampaikan kata-kata puisi untuk orang tua begitupula orang tua yang memberikan pesan dan harapan kepada ananda yang akan melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya. Suasana semakin hangat ketika wisudawan/wisudawati lainnya yang saling berpelukan bersama orang tuanya.
Sambutan perwalikan dari orang tua yaitu Bapak Rahman Pujiarto, S.Pd, M.Pd menyatakan rasa terima kasih kepada guru yang telah mengajarkan nilai-nilai kebaikan sehingga ananda menjadi anak yang hebat. “Selanjutnya saya sebagai perwakilan dari orang tua mengucapkan ribuan terima kasih kepada khususnya bapak dan ibu guru yang telah begitu banyak meluangkan waktunya untuk membimbing anak-anak kami.Tidak mudah menjadi guru ya membimbing, menasehati, menanamkan karakter nilai-nilai yang luar biasa pada anak-anak, terima kasih banyak sekali pada bapak dan ibu guru yang sudah benar-benar bersabar berjiwa ikhlas bertekad untuk membangun generasi yang hebat”, pungkasnya.


Tampilan UQID’S Maching Band dan Tarian Jaranan
Persembahan terakhir dari alumni siswa kelas 6 yaitu penampilan drama musikal “Pangeran Diponegoro” yang dibawakan begitu hebat dengan nuansa adat jawa yang sangat kental. Drama tersebut menggambarkan kisah perjuangan Pangeran Diponegoro yang perlu dikenang sepanjang masa dimana sebagai generasi muda, kita harus meneruskan cita-cita para pahlawan untuk memajukan bangsa Indonesia, meneladani sikap patriotisme dan rela berkorban yang dapat dilakukan setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik sampai akhir hayat kita.


Tampilan Drama Musical “Pangeran Diponegoro”
Acara ditutup dengan penampilan lagu tentang kita dan doa Robithoh serta dilanjutkan dengan bersalam-salaman antar siswa, orang tua dan guru. Selamat kepada ananda yang telah diwisuda. Semoga berkah ilmunya dan kelak ananda menjadi generasi Qur’ani yang Hebat dan Berjiwa Pahlawan. (distek)






